Wednesday, February 6, 2019

Klarifikasi Vatikan Soal Paus Bicara Pastor Jadikan Biarawati Budak Seks

Biarawati Budak Seks - Pihak Vatikan menyerahkan klarifikasi soal pengakuan Paus Fransiskus yang mengakui sebanyak biarawati menjadi 'budak seks' semua pastor dan uskup. Seperti apa klarifikasinya?



Seperti dikutip Associated Press dan CNN, Kamis (7/2/2019), juru bicara Vatikan, Alessandro Gisotti, menyinggung bahwa pengakuan Paus Fransiskus soal 'budak seks' tersebut tidak dimaksudkan secara harfiah, tetapi lebih pada format penyalahgunaan wewenang dalam permasalahan kejahatan seksual oleh pastor dan uskup.


"Ketika Bapa Suci (Paus Fransiskus-red), merujuk pada pembubaran Kongregasi, berkata soal 'perbudakan seks', maksud beliau ialah 'manipulasi', sebuah format penyalahgunaan wewenang yang pun tercermin dalam durjana seksual," sebut Gisotti dalam pernyataannya.


Kongregasi adalahperkumpulan semua biarawan, biarawati, rohaniwan atau rohaniwati Katolik dari satu kesatuan khusus.


Diketahui bahwa Paus Fransiskus melontarkan komentar tersebut saat ditanya wartawan soal praktik durjana seksual terhadap biarawati oleh semua pastor dan uskup Gereja Katolik dalam konferensi pers pada Selasa (5/2) dalam penerbangan kembali dari trafik bersejarah di Uni Emirat Arab.


"Ada pastor dan pun uskup yang mengerjakan itu," ucap Paus Fransiskus ketika ditanya wartawan soal tulisan surat kabar Vatikan, L'Osservatore Romano, yang pekan lalu menjabarkan soal praktik durjana seks terhadap biarawati oleh semua pastor dan uskup.


"Dan saya mempercayai bahwa urusan seperti tersebut mungkin masih terjadi. Itu bukan urusan yang begitu kita menyadarinya, tersebut akan berhenti. Hal seperti tersebut terus berlanjut laksana ini. Kami telah mengerjakan upaya-upaya terhadap hal laksana ini semenjak lama," imbuh Paus Fransiskus dalam komentarnya.


Paus Fransiskus menyatakan, Vatikan sudah 'menangguhkan sejumlah rohaniwan, mengalihkan mereka' dan 'membubarkan' sebanyak ordo biarawati 'yang paling terikat dalam urusan ini, suatu korupsi'. "Haruskah lebih tidak sedikit hal dilakukan? Iya. Apakah anda mempunyai kemauan? Iya," tegas Paus Fransiskus.


Kata-kata 'budak seks' dinamakan langsung oleh Paus Fransiskus ketika membahas permasalahan pembubaran ordo biarawati asal Prancis, St John atau St Jean, oleh pendahulunya, Paus Emeritus Benediktus XVI. Pembubaran dilaksanakan sebelum terungkap ke publik bahwa pendiri ordo itu, Pastor Marie-Dominique Philippe, terkadang mengerjakan 'tindakan yang berlawanan dengan kesucian' terhadap semua biarawati di bawah bimbingannya.


"Paus Benediktus mempunyai keberanian untuk mengajak bubar kongregasi biarawati yang pada level tertentu sudah terjadi perbudakan wanita, bahkan perbudakan seksual yang dilaksanakan oleh semua rohaniwan atau oleh pendirinya," ujar Paus Fransiskus.


Komentar Paus Fransiskus tersebut menjadi pernyataan publik kesatu seorang pemimpin umat Katolik sejagat dalam mengakui permasalahan kejahatan seksual terhadap semua biarawati oleh semua pastor dan uskup di lingkungan Gereja Katolik.


Diketahui bahwa sebelum ini, skandal durjana seksual pastor lebih konsentrasi pada anak-anak sebagai korban. Namun banyak sekali umat Katolik menyinggung tindak durjana seks terhadap penduduk dewasa yang rapuh, tergolong biarawati dan siswa seminari, sudah menjadi permasalahan Gereja Katolik semenjak lama. Beberapa pihak menginginkan isu ini ikut dibicarakan dalam konferensi eksklusif yang bakal dipimpin Paus Fransiskus di Roma pada 21-24 Februari mendatang.

No comments:

Post a Comment