Friday, February 15, 2019

Warga Cekcok Karena Aroma Masakan Daging Babi di Cengkareng Barat

Daging Babi - Video percekcokan antara dua penduduk Cengkareng, Jakarta Barat, yakni Doni Pranata dan tetangganya Kuswanto, seketika viral di media sosial. Dalam video itu, Kuswanto marah-marah untuk Doni karena wewangian masakan daging babi dari lokasi tinggal Doni mengusiknya. Ia bahkan sempat mengumpat sebab emosi.



"Itu B2 (babi) kan? Jangan masak di sini," ujar Kuswanto dalam video itu.


Doni yang merasa tak bersalah mengingatkan Kuswanto bahwa tak terdapat hukum yang dapat melarangnya masak di lokasi tinggal sendiri.


"Bapak enggak punya hak mengintervensi masakan tetangga," kata Doni dengan tenang.


Cekcok mereka dikelilingi dan direkam warga. Ada yang tersiar membela Kuswanto, terdapat pula yang membela Doni.


Lurah Cengkareng Barat Boy Raya membetulkan perseteruan tersebut terjadi di wilayahnya. Pria yang diprotes, kata Boy, memasak sayur asin guna berdagang.


"Ceritanya Pak Doni terdapat dagang, terus terdapat Pak Kuswanto, tetangga depan rumahnya, yang merasa terganggu dengan asap," kata Boy, Kamis (14/2/2019) kemarin.


Boy membetulkan tak terdapat aturan yang tidak mengizinkan warga memasak. Kendati demikian, Doni kesudahannya mengalah supaya bisa berbaikan dengan tetangganya. Ia bakal memasang exhaust supaya aroma masakannya tak mengganggu Kuswanto.


"Udah ok, udah clear. Tadi kan musyawarah pun di lokasinya Pak Anto (Kuswanto), Pak Doni juga muncul di sana," ujar Boy.


Musyawarah dilangsungkan siang tadi di lokasi tinggal Kuswanto. Surat perjanjian di atas meterai ditandatangani kedua belah pihak dan mengaku exhaust bakal dipasang sangat tidak akhir Februari ini.


"Sudah ditandatangani kesepakatan guna memasang ventilator dari Pak Doni. Sebelah tembok sebelah kanan dia agar asap tersebut enggak ke atas," kata Boy.


Boy menyayangkan video perseteruan warganya viral di media sosial. Ia bercita-cita masalah yang sama tak lagi terulang. Ia pun mengingatkan warga supaya selalu berkonsultasi dengan ketua RT dan RW setempat ketimbang langsung berseteru.

No comments:

Post a Comment